MOTIVASI DAN BIMBINGAN DALAM BELAJAR
A.
Pendahuluan
- Pengertian Motivasi
Banyak para ahli yang sudah mengemukakan pengertian motivasi
dengan berbagai sudut pandang mereka masing-masing, namun intinya sama, yakni
sebagai suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam
bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu.
Mc.
Donald mengatakan bahwa, Motivation is a energi change within the person
characterized by affective arousal and anticipatory goal reactions. Motivasi
adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan
timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dalam proses
belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang mempunyai motivasi
dalam belajar, tak akan mungkin melakukan aktifitas belajar.
Seseorang
yang melakukan aktivitas belajar secara terus menerus tanpa motivasi dari luar
dirinya merupakan motivasi intrinsik yang sangat penting dalam aktivitas
belajar. Namun, seseorang yang tidak mempunyai keinginan untuk belajar,
dorongan dari luar dirinya merupakan motivasi ekstrinsik yang diharapkan. Oleh
karena itu, motivasi ekstrinsik diperlukan bila motivasi intrinsik tidak ada
dalam diri seseorang sebagai subjek belajar.
Guru-guru
sangat menyadari penting motivasi di dalam membimbing belajar murid. Berbagai
macam teknik misalnya kenaikan tingkat, penghargaan, peranan-peranan
kehormatan-kehormatan, piagam-piagam prestasi, pujian dan celaan telah
digunakan untuk mendorong murid-murid agar mau belajar. Ada kalanya, guru-guru
mempergunakan teknik-teknik tersebut secara tidak tepat.
Bukan hanya sekolah-sekolah yang berusaha memberi motivasi
tingkah laku manusia kearah perubahan tingkah laku yang diharapkan. Orang tua
atau keluarga pun telah berusaha memotivasi belajar anak-anak mereka. Kelompok
yang berkecimpung dibidang “Manajement“ yang membuat rencana “Insentive” baru
untuk meningkatkan produksi, adalah berusaha memotivasi perubahan-perubahan
dalam tingkah laku. Kaum pengusaha mengeluarkan biaya setiap tahun untuk
memasang advertensi, berarti memotivasi orang-orang agar mau membeli dan
menggunakan hasil-hasil usahanya.
Dari uraian diatas, ternyata kesadaran tentang pentingnya
motivasi bagi perubahan tingkah laku manusia telah dimiliki, baik oleh para
pendidik, para orang tua murid maupun masyarakat.
B.
Motivasi intrinsik dan ekstrinsik
- Motivasi Intrinsik
Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motif-motif
yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena
dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai
contoh seseorang yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh atau
mendorongnya, ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya. Kemudian kalau
dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya (misalnya kegiatan
belajar), maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik ini adalah ingin
mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri. Sebagai
contoh konkrit, seorang siswa itu melakukan belajar, karena betul-betul ingin
mendapat pengetahuan, nilai atau keterampilan agar dapat berubah tingkah
lakunya secara konstruktif, tidak karena tujuan yang lain-lain. “intrinsik
motivations are inherent in the learning situations and meet pupil-needs and
purposes”. Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai
bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan
berdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak berkait dengan
aktivitas belajarnya. Seperti tadi dicontohkan bahwa seorang belajar, memang
benar-benar ingin mengetahui segala sesuatunya, bukan karena ingin pujian atau
ganjaran.
2.
Motivasi
Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan
berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh itu seseorang
itu belajar,karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan akan
mendapatkan nilai baik, sehingga akan dipuji oleh pacarnya,atau temannya. Jadi
yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapatkan
nilai yang baik,atau agar mendapat hadiah. Jadi kalau dilihat dari segi tujuan
kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung bergayut dengan esensi apa
yang dilakukannyn itu. Oleh karena itu motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan
sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimulai dan
diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan
dengan aktivitas belajar.
C.
Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar
Aktivitas
belajar bukanlah suatu kegiatan yang dilakukan yang terlepas dari factor lain.
Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang melibatkan unsure jiwa dan raga.
Belajar tak akan pernah dilakukan tanpa suatu dorongan yang kuat baik dari
dalam yang lebih utama maupun dari luar sebagai upaya lain yang tak kalah pentingnya.
Faktor lain yang mempengaruhi aktivitas belajar seseorang
itu dalam pembahasan ini disebut motivasi. Motivasi adalah gejala psikologis
dalam bentuk dorongan yang timbul pada diri sesorang sadar atau tidak sadar
untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi bisa juga dalam
bentuk usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang
tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang
dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas
belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada
motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih
optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya diketahui,
tetapi juga harus diterangkan dalam aktivitas belajar mengajar. Ada beberapa
prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam uraian berikut.
- Motivasi Sebagai Dasar Penggerak Yang Mendorong Aktivitas Belajar
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang
mendorongnya motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong sseorang
untuk belajar. Seseorang yang berminat untuk belajar belum sampai pada tataran
motivasi belum menunjukkan aktivitas nyata. Minat merupakan kecenderungan psikologis
yang menyenangi sesuatu objek, belum sampai melakukan kegiatan. Namun, minat
adalah motivasi dalam belajar. Minat merupakan potensi psikologi yang dapat
dimanfaatkan untuk menggali motivasi. Bila seseorang sudah termotivasi untuk
belajar maka dia melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu.
Oleh karena itulah, motivasi diakui sebagi dasar penggerak yang mendorong
aktivitas belsajar seseorang.
2.
Motivasi
Intrinsic Lebih Utama Daripada Motivasi Ekstrinsik Dalam Belajar
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak
memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Tidak
pernah ditemukan guru yang tidak memakai motivasi ekstrinsik dalam pengajaran.
Anak didik yang malas belajar sangat berpotensi untuk diberikan motivasi
ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar.
Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi
ekstrinsik adalah kecendrungan ketergantungan anak didik terhadap segala
sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak juga bermental
pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu, motivasi intrinsik lebih
utama dalam belajar.
Anak didik yang belajar berdasarkan motivasi intrinsik
sangat sedikit terpengaruh dari luar. Semangat belajarnya sangat kuat. Dia
belajar bukan karena ingin mendapatkan nilai yang tinggi, mengharapkan pujian
orang lain atau mengharapkan hadiah berupa benda, tetapi karena ingin
memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya. Tanpa diberikan janji-janji yang
muluk-muluk pun anak didik rajin belajar sendiri. Perintah tidak diperlukan, karena
tanpa diperintah anak sudah taat pada jadwal belajar yang dibuatnya sendiri.
3.
Motivasi
Berupa Pujian Lebiah Baik Daripada Hukuman
Meski hukuman tetap diberlakukan dalam memicu semangat
belajar anak didik, tetapi masih lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap
orang senang dihargai dan tidak suka dihukum dalam bentuk apapun jaga. Memuji
orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal
ini memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi
kerjanya. Tetapi pujian yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan
kondisi yang tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek.
4.
Motivasi
Berhubungan Erat Dengan Kebutuhan Dalam Belajar
Kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh anak didik adalah
keinginan untuk menguasai sejumlah ilmu pengetahuan. Oleh karena itulah anak
didik belajar. Karena bila tidak belajar berarti anak didik tidak akan mendapat
ilmu pengetahuan. Bagaimana untuk mengembangkan diri dengan memanfaatkan
potensi-potensi yang dimiliki bila potensi-potensi tidak ditumbuh kembangkan
melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Jadi, belajar adalah santapan utama anak
didik.
5.
Motivasi
Dapat Memupuk Optimisme Dalam Belajar
Anak didik yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu
yakin dapat menyelesaikan setiap pekerjaan yang dilakukan. Dia yakin bahwa
belajar bukanlah kegiatan yang sia-sia. Hasilnya pasti akan berguna tidak hanya
kini, tetapi dihari-hari mendatang. Setiap ulangan yang diberikan oleh guru
bukan dihadapi dengan pesimisme, hati yang resah gelisah. Tetapi dia hadapi
dengan tenang dan percaya diri. Biarpun ada anak didik yang lain membuka
catatan ketika ulangan, dia tidak terpengaruh dan tetap tenang menjawab setiap
soal item soal dari awal hingga akhir waktu yang ditentukan.
6.
Motivasi
Melahirkan Prestasi Dalam Belajar
Dari berbagai hasil penelitian selalu menyimpulkan bahwa
motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu
dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seseorang anak didik. Anak
didik menyenangi mata pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata
pelajaran itu. Selain memiliki bukunya, ringkasannya juga rapi dan lengkap.
Setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu yang dibaca.
Wajarlah bila isi mata pelajaran itu dikuasai dalam waktu yang relatif singkat.
D.
Fungsi Motivasi Dalam Belajar
Dalam kegiatan belajar mengajar pasti ditemukan anak didik
yang malas berpartisipasi dalam belajar. Sementara anak didik yang lain aktif
berpartisipasi dalam kegiatan, seorang atau dua orang anak didik duduk dengan
santainya di kursi mereka dengan alam pemikiran yang jauh entah kemana.
Sedikitpun tidak tergerak hatinya untuk mengikuti pelajaran dengan cara
mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Ketiadaan
minat terhadap suatu mata pelajaran menjadi pangkal penyebab kenapa anak didik
tidak bergeming untuk mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Itulah sebagai
pertanda bahwa anak didik tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Kemiskinan
motivasi intrinsik ini merupakan masalah yang memerlukan bantuan yang tidak
bisa ditunda-tunda. Guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi
ekstrinsik. Sehingga dengan bantun itu anak didik dapat keluar dari kesulitan
belajar.
Bila motivasi ekstrisik yang diberikan itu dapat membantu
anak didik keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar, maka motivasi dapat
diperankan dengan baik oleh guru. Peranan yang dimainkan oleh guru dengan
mengandalkan fngsi-fungsi motivasi merupakan langkah yang akurat untuk
menciptakan iklim belajar yang kondusip bagi anak didik.
Baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrisik sama
berfungsi sebagai pendorong, penggerak, dan penyeleksi perbuatan. Ketiganya
menyatu dalam sikap terimplikasi dalam perbuatan. Dorongan adalah fenomena
psikologis dari dalam yang melahirkan hasrat untuk bergerak dalam menyeleksi
perbuatan yang akan dilakukan. Karena itulah baik dorongan atau penggerak
maupun penyeleksi merupakan kata kunci dari motivasi dalam setiap perbuatan
dalam belajar.
Untuk jelasnya ketiga fungsi motivasi dalam belajar tersebut
diatas, akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut.
1.
Motivasi Sebagai Pendorong Perbuatan
Pada mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar,
tetapi karena ada sesuaru yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu
yang belum diketahui itu akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam
rangka mencari tahu. Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini
mempengaruhi sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar.
2.
Motivasi Sebagai Penggerak Perbuatan
Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap anak
didik itu merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma
dalam bentuk gerakan psikofisik. Disini anak didik sudah melakukan aktifitas
belajar dengan segenap raga dan jiwa. Akal pikiran berproses dengan sikap pada
yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar. Sikap berada dalam
kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam
wacana, prinsif, dalil, dan hukum, sehingga mengerti betul isi yang dikandung.
3.
Motivasi Sebagai Pengarah Perbuatan
Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeliksi mana
perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang diabaikan. Seorang anak
didik yang ingin mendapatkan sesuatu dari suatu mata pelajaran tertentu, ttidak
mungkin dipaksakan untuk mempelajari mata pelajaran yang lain. Pasti anak didik
akan mempelajari mata pelajaran dimana tersimpan sesuatu yang akan dicari itu.
Sesuatu yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya.
Tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi kepada anak
didik dalam belajar.
E.
Bentuk-Bentuk Motivasi Dalam Belajar
Dalam proses enteraksi belajar mengajar, baik motivasi
intrinsik maupun motivasi ekstrinsik, diperlukan untuk mendorong anak didik
agar tekun belajar. Motivasi ekstrinsik sangat diperlukan bila ada diantara
anak didik yang kurang berminat mengikuti pelajaran dalam jangka waktu
tertentu. Peranan motivasi ekstrinsik cukup besar untuk membimbing anak didik
dalam belajar. Hal ihi perlu disadari oleh guru. Untuk itu seorang guru
biasanya memanfaatkan motivasi ekstrinsik untuk meningkatkan minat anak didik
agar lebih bergairah belajar meski terkadang tidak tepat. Drs. Wasty Soemantoe
(1984) mengatakan, bahwa guru-guru sangat menyadari pentingnya motivasi dalam
bimbingan belajar murid. Dalam berbagai teknik, misalnya kenaikan tingkat,
penghargaan, peranan-peranan kehormatan, piagam-piagam prestasi, pujian, dan
celaan telah diguinakan untuk mendorong murid-murid agar mau belajar.
Adakalanya guru-guru mempergunakan teknik-teknik tersebut secara tidak tepat.
Kesalahan dalam memberikan motivasi ekstrinsik akan
berakibat merugikan prestasi belajar anak didik dalam kondisi tertentu.
Interaksi belajar mengajar menjadi kurang harmonis. Tujuan pendidikan dan
pengajaran pun tidak akan tercapai dalam waktu yang relatif singkat, sesuai
dengan target yang dirumuskan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kondisi
psikologis anak didik sangat diperlukan guna mengetahui segala apa yang sedang
dihadapi anak didik sehingga gairah belajarnya menurun.
Ada beberapa bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam
rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut.
- Memberi Angka
Angka dimaksud adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil
aktivitas belajar anak didik. Angka atau nilai yang baik mempunyai potensi yang
besar untuk memberikan motivasi kepada anak didik lainnya. Namun, guru harus
menyadari bahwa angka/nilai bukanlah merupakan hasil belajar yang sejati, hasil
belajar yang bermakna, karena hasil belajar seperti itu lebih menyentuh aspek
kognitif. Bisa saja nilai itu bertentengan dengan efektif anak didik. Untuk itu
guru perlu memberikan angka/nilai yang menyentuh aspek efektif dan keterampilan
yang diperlihatkan anak didik dalam pergaulan/kehidupan sehari-hari. Penilaian
harus juga diarahkan kepadda aspek kepribadian anak didik dengan cara mengamati
kehidupan anak didik di sekolah, tidak hanya semata-mata berpedoman pada hasil
ulangan di kelas, baik dalam bentuk formatif atau sumatif.
2.
Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai
penghargaan atau kenang-kenangan/cenderamata. Dalam dunia pendidikan, hadiah
bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik
yang berprestasi, rangking satu, dua tau tiga dari anak didik lainnya. Dalam
pendidikan modern, anak didik yang berprestasi tinggi memperoleh predikat
sebagai anak didik teladan dan untuk perguruan tinggi/universitas disebut
sebagai mahasiswa teladan.sebagai penghargaan atas prestasi mereka dalam
belajar, uang beasiswa supersemar pun mereka terima setiap bulan dengan jumlah
dan jangka waktu yang ditentukan. Hadiah berupa uang beasiswa supersemar
diberikan adalah untuk memotivasi anak didik/mahasiswa agar senantiasa
mempertahankan prestasi belajar selama berstudi.
3.
Kompetisi
Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat
motivasi untuk medorong anak didik agar mereka bergairah belajar. Bila iklim
belajar yang kondusif terbentuk, maka setiap anak didik terlihat dalam
kompetisi untuk menguasai bahan pelajarran yang diberikan. Selanjutnya, setiap
anak didik sebagian individu melibatkan diri mereka masing-masing kedalam
aktivitas belajar. Kondisi inilah yang dikehendaki dalam pendidikan modern,
yakni cara belajar siswa aktif (CBSA), bukan catat buku sampai akhir pelajaran
yang merupakan kepanjangan dari CBSA pasaran.
4. Ego-Involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada anak didik agar merasakan
pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga beklerja
keras dengan mempertahankan harga diri, adalah sebagai salah ssatu bentuk
motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga
untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Penyelesaian
tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan dan harga diri. Begitu juga dengan
anak didik sebagai subjek belajar. Anak didik akan belajar dengan keras bisa
jadi karena harga dirinya.
5. Memberi Ulangan
Ulangan bisa dijadikan sebagai motivasi, anak didik biasanya
mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan. Oleh
karena itu, ulangan merupakan strategi yang cukup baik untuk memotivasi anak
didik agar lebih giat belajar. Namun demikian, ulangan tidak selamanya dapat
digunakan sebagai alat motivasi. Ulangan yang guru lakukan setiap hari dengan
tak terprogram, hanya karena selera, akan membosankan anak didik.
Oleh karena itu,ulangan akan menjadi alat motivasi bila
dilakukan secara akurat dengan teknik dan setrategi yang sestematis dan
terencana.
6. Mengatahui Hasil
Mengatahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat
motivasi. Bagi anak didik yang menyadari betapa besarnya sebuah nilai prestasi
belajar akan meningkatkan intensitas belajarnya guna mendapatkan prestasi
belajar yang melebihi prestasi belajar diketahui sebelumnya. Prestasi belajar
yang rendah menjadikan anak didik giat belajar untuk memperbaikinya. Sikap
seperti itu bisa terjadi bila anak didik merasa rugi mendapat prestasi belajar
yang tidak sesuai dengan harapan.
- Pujian
Ujian yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan
sebagai alat motivasi. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan
sekaligus merupakan motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk
memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan pekerjaan sekolah. Pujian
diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan dibuat-buat atau bertentangan sama
sekali dengan hasil kerjaan anak didik.
2.
Hukuman
Meski hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi
bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik
dan efiktif. Hukuman akan merupakan alat motivasi bila dilakukan dengan
pendekatan edukatif, bukan karena dendam. Pedekatan edukatif dimaksud di sini
sebagai hukuman yang mendidik dan bertujuan memperbaiki sikap perbuatan anak
didik yang dianggap salah. Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak
didik tidak mengulangi kesalahan atau pelanggaran. Minimal mengurangi frekuensi
pelanggaran. Akan lebih baik bila anak didik berhenti melakukannya dihari
mendatang.
3.
Hasrat
Untuk Belajar
Hasrat untuk belajar adalah gejala psikologis yang tidak
berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kebutuhan anak didik untuk
mengetahui sesuatu dari objek yang akan dipelajarinya. Kebutuhan itulah yang
akan menjadi dasar aktivitas anak didik dalam belajar. Tiada kebutuhan berarti
tiada ada hasrat untuk belajar. Itu sama saja tidak ada minat untuk belajar.
4.
Minat
Minat adalah kecendrungan yang menetap untuk memperhatikan
dan mengenang beberapa aktivitas. Dengan kata lain, minat adalah suatu rasa
lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang
menyuruh. Minat tidak hanya diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan
anak didik lebih menyukai sesuatu dari pada yang lainnya, tetapi dapat juga
diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam suatu kegiatan. Anak didik
yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih
besar terhadap sesuatu yang diminat itu dan sama sekali tidak menghiraukan
sesuatu yang lain. Minat terhadap sesuatu itu dipelajari dan dapat mempengaruhi
belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Jadi, minat
terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan cenderung mendukung aktivitas
belajar berikutnya.
Minat
besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Anak didik yang berminat terhadap
suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada
daya tarik baginya. Anak didik mudah menghafal pelajaran yang menarik minatnya.
Minat merupakan alat motivasi yang utama yang dapat membangkitkan kegairahan
belajar anak didik dalam rentangan waktu tertentu. Oleh karena itu, guru perlu
membangkitkan minat anak didik agar pelajaran yang diberikan mudah anak didik
pahami.
PENUTUP
Motivasi merupakan keadaan internal organisme yang mendorong
untuk berbuat sesuatu. Motivasi dapat dibedakan kedalam motivasi intrinsic dan
ekstrinsik. Motivasi intrinsic merupakan keadaan yang berasal dari dalam diri
siswa sendiri yang dapat mendorongnya untuk belajar,misalnya perasaan
menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut,apakah untuk
kehidupannya masa depan siswa yang bersangkutan atau untuk yang lain. motivasi
ekstrinsik merupakan keadaan yang dating dari individu siswa yang juga
mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah,peraturan atau
tata tertib sekolah, keteladanan orangtua, guru merupakan contoh-contoh
kongkret motivasi ekstrinsik yang dapat mendorong siswa untuk belajar.
Kekurangan atau ketiadaan motivasi baik yang intrinsic
maupun ektrinsik akan menyebabkan siswa kurang bersemangat untuk melakukan
kegiatan belajar baik di sekolah maupun di rumah. Dampak lanjutnya adalah
pencapaian hasil belajar yang kurang memuaskan
Motif atau keinginan untuk berprestasi sangat menentukan
prestasi yang dicapainya.dengan demikian,keinginan seseorang atau siswa untuk
berhasil dalam belajar juga akan menentukan hasil belajarnya motif erat sekali
hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai.untuk mencapai suatu tujuan perlu
dibuat sesuatu. Yang menyebabkan seseorang berbuat adalah motifnya. Dengan
demikian, motif berfungsi sebagai daya penggerak atau pendorong.
Dalam perspektif islam, berkenaan dengan motif belajar atau
menuntut ilmu,hendaklah motifnya semata-mata mencari ilmu, bukan mencari
pangkat atau pekerjaan. Sebab, apabila motifnya mencari ilmu, pangkat, dan
pekerjaan akan mengiringinya, tetapi apabila motifnya mencari pangkat atau
pekerjaan, ilmu belum tentu diperoleh dan pekerjaan pun belum tentu
didapat.itulah tujuan belajar atau menuntut ilmu secara ideal didalam
perspektif islam.
Perhatian, minat, bakat,dan motif atau motivasi siswa
terhadap bahan pelajaran akan membentuk sikapnya dalam belajar. Oleh karena
itu, sikap juga mempengaruhi belajar atau hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri., Psikologi
Belajar. Cet I. Jakarta: Rineka Cipta. 2002
A. M. Sardiman., Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar. Cet V. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1994
Psikologi Pembrlajaran Pendidikan
Agama Islam. Hal. 122