Kanker Paru-Paru
Sampai saat ini kanker paru-paru masih menjadi masalah besar di dunia kedokteran. Kanker paru-paru sulit diketahui pada tahap awal karena gejalanya tidak dirasakan oleh penderita. Sel-sel kanker yang tumbuh secara liar dapat menghambat dan menghentikan fungsi paru-paru. Di Indonesia kanker paru-paru menjadi penyebab kematian utama kaum pria dan lebih 70% penderita kanker baru diketahui penyakitnya pada stadium lanjut. Akibatnya hanya 5% penderita yang bisa bertahan hidup hingga 5 tahun setelah dinyatakan positif terkena kanker.
Penyebab
Rokok merupakan penyebab utama kanker paru-paru. Semakin tinggi jumlah perokok, semakin tinggi pula penderita kanker. Perokok dibedakan menjadi dua, yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah orang yang menghisap asap rokoknya sendiri. Perokok pasif adalah orang yang menghirup asap rokok dari orang lain di dekatnya yang merokok. Perokok pasif juga rentan terkena kanker peru-peru meskipun kemungkinannya tidak besar perokok aktif. Di dalam keluarga perokok aktif dapat menjadi penyebar kanker paru-paru yang sifatnya diwariskan kepada keturunannya.
Selain perokok beberapa zat kimia juga dapat menyebabkan kanker paru-paru misalnya uranium, kromium dan nikel. Namun kanker paru-paru akibat bahan-bahan kimia tersebut jarang terjadi. Polusi udara juga dicurigai sebagai penyebab kanker paru-paru.
Gejala
Kanker paru-paru tidak disertai gejala tertentu pada tahap awal. Namun pada tahap selanjutnya terdapat gejala berikut:
- Batuk yang terus-menerus dan berkepanjangan
- Nafas pendek-pendek dan suarau parau
- Batuk berdarah dan berdahak
- Nyeri pada bagian dada ketika batuk
- Nyeri saat terik nafas yang dalam
- Hilang nafsu makan dan berat badan menurun
Pemeriksaan
Pemeriksaan rontgen dapat digunakan untuk mengetahui adanya sel-sel kanker pada paru-paru. Bayangan tumor pada ukuran tertentu akan tampak pada foto hasil rontgen. Pemeriksaan kudah juga digunakan untuk mengetahui adanya sel-sel kanker paru-paru. Pemeriksaan bronkoskopi merupakan pemeriksaan pelengkap untuk memastikan adanya kanker paru-paru. Bronkoskopi merupakan pemeriksaan mengamati paru-paru menggunakan pipa fleksibel yang dapat dikendalikan oleh dokter. Melalui pemeriksaan ini sel-sel tumor akan tampak selanjutnya dilakukan pengambilan sel-sel kanker untuk menentukan kepastiannya.
Pengobatan
Pengobatan kanker paru-paru dilakukan dengan cara operasi/pembedahan bagian paru-paru yang terkena kanker. Pembedahan ini dilakukan selama kanker belum mengalami metastasis ke jaringan yang lain di sekitar paru-paru. Operasi pembedahan paling besar hanya dilakukan untuk satu bagian paru-paru saja sehingga satu bagian paru-paru yang lain tetap dapat menjalankan fungsinya.
Oleh sebab-sebab tertentu operasi kadang-kadang tidak dilakukan pada penderita kanker paru-paru. Misalnya sudah adanya metastasis ke jaringan lain di sekitar paru-paru atau kondisi fisik pasien yang kurang baik. Penyinaran merupakan tindakan pengganti operasi. Penyinaran ini terutama untuk menghilangkan keluhan-keluhan akibat kanker paru-paru sehingga dapat meringankan penderita di saat terakhir hidupnya. Keluhan-keluhan itu misalnya rasa nyeri pada saat metastasis ke tulang dada atau otak dan keluhan menelan karena pertumbuhan sel kankernya meluas ke kerongkongan. Kemoterapi juga dapat ditambahkan dalam rangkaian pengobatan ini dengan tujuan memperpanjang umur penderita.
Namun di samping dengan pengobatan dokter ternyata Allah masih memberikan pengobatan lainnya dengan cara tradisional walaupun hanya sekedar bahan yang mudah di dapat namun demikian banyak orang yang sudah membuktikan pengobatan alternatif tersebut dapat membunuh sel-sel kanker sehingga tidak menyebar ke bagian lainnya. Dengan cara memanfaatkan daun sirsak yang sudah kering lalu di seduh dijadikan teh daun sirsak dan diminum setiap hari secara teratur hingga sembuh. Tetapi penyakit bukan di sembuhkan menggunakan obat namun percaya bahwa Tuhan yang menyembuhkan, hanya saja melewati mediator obat-obatan. Dan masih ada lagi obat-obat alami yang dapat digunakan sebagai obat kanker.
Pencegahan
Pencegahan kanker paru-paru yang paling penting yaitu tidak merokok sejak usia dini. Akhir-akhir ini pencegahan dengan chemoprevention banyak dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi vitamin C, selenium, derivat asam retinoid dan karotenoid.
