IMAN KEPADA HARI AKHIR
A. Pengertian Hari Kiamat
Rukun
iman yang kelima adalah beriman kepada hari akhir. Iman kepada hari akhir
adalah percaya akan adanya hari akhir. Hari akhir adalah hari berakhirnya
kehidupan dunia. Pada saat itu baik dan buruknya perilaku seseorang akan
dicatat bergantung bagaimana kadar keimanan seseorang dalam hatinya. Hari akhir
disebut juga dengan hari kiamat, artinya hari kebangkitan. Pada hari
kebangkitan ini semua manusia yang telah meninggal dibangkitkan kembali untuk
mempertanggung-jawabkan semua amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Orang
yang benar-benar beriman adanya hari kiamat akan senantiasa menjaga agar
perilakunya baik dan berusaha menjauhi hal-hal yang buruk. Begitu juga sebaliknya
B. Tanda Terjadinya Kiamat
B. Tanda Terjadinya Kiamat
1.
Terbitnya matahari dari arah barat dan terbenam dari arah timur. Hal ini
terjadi karena perubahan besar dalam susunan alam semesta.
2.
Keluarnya suatu binatang yang sangat aneh. Binatang ini dapat bercakap-cakap
kepada semua orang dan menunjukkan kepada manusia bahwa kiamat sudah sangat
dekat.
3.
Datangnya Al-Mahdi. Beliau termasuk keturunan dari Rasulullah SAW. Oleh karena
itu, beliau serupa benar akhlak dan budi pekertinya dengan Rasulullah SAW.
4.
Munculnya Dajal. Dajal adalah seorang yang muncul sebagai tanda semakin dekat
datangnya kiamat. Dajal bermata buta sebelah dan mengaku sebagai “Tuhan”.
5.
Hilang dan lenyapnya Al-Qur’an dan mushaf, hafalan dalam hati. Bahkan lenyap
pulalah yang ada di dalam hati seseorang.
6. Berkumpulnya
manusia, seperti selamatan kelahiran, khitanan, perkawinan, ulang tahun, dll.
Akan tetapi tidak pernah sedikit pun dijalankan perintah-perintah-Nya serta
dijauhi larangan-Nya.
7.
Turunnya Nabi Isa as. Beliau akan turun ke bumi ini di tengah-tengah merajalela
pengaruh Dajal.
C. Peristiwa Sesudah Hari
Akhir
1. Alam Barzah
1. Alam Barzah
Alam
barzah juga disebut alam kubur. Di alam barzah manusia sudah dapat merasakan
balasan amal baik dan buruk. Firman Allah SWT :
Yang Artinya :
“Agar
aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali
tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan
mereka ada barzah (dinding pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS.
Al-Mukmin : 100)
2.
Kiamat
Kiamat
pasti terjadi. Tetapi tidak ada seorangpun yang tahu, termasuk nabi dan atau
rasul kapan hal itu akan terjadi. Seperti dalam Firman Allah sebagai
berikut :
Yang
Artinya :
Mereka
menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku;
tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat
itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat
itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka
bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah,
tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui" ( Al A’raf 7:187)
3.
Yaumul Ba’ats
Yaumul
Ba’as artinya hari kebangkitan, yaitu hari bangkitnya kembali seluruh umat
manusia sejak nabi Adam a.s. hingga manusia terakhir dari alam kubur setelah
malaikat Israfil meniup sangkakala yang kedua. — Firman Allah SWT :
Yang Artinya
:
“Pada
hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, agar
kepada mereka itu dapat diperlihatkan amalan-amalannya yang sudah-sudah.” (QS.
Az-Zalzalah : 6)
4.
Yaumul Mahsyar
Yaumul
Mahsyar adalah hari berkumpulnya seluruh umat manusia. Setelah manusia dibangkitkan
dari alam kubur, manusia digiring dan dikumpulkan di padang mahsyar.
— Firman Allah SWT :
— Firman Allah SWT :
Yang Artinya
:
“........
Dan kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak kami tinggalkan seorang pun
dari mereka.” (QS. Al-Kahfi : 47)
5.
Yaumul Mizan
Yaumul
Mizan yaitu hari penimbangan amal baik dan amal buruk yang dilakukan manusia
selama hidupnya. — Firman Allah SWT :
Yang Artinya :
“Kami
akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan
seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun
pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS.
Al-Anbiya : 47)
5. Yaumul Hisab
Yaumul hisab artinya hari perhitungan amal baik
dan buruk yang dilakukan selama hidupnya.
— Firman Allah SWT :
— Firman Allah SWT :
Yang Artinya :
“Pada
hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada
yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” (QS.
Al-Mukmin : 17)
6. Sirat
Sirat
adalah jalan atau jembatan penentu dari setiap manusia setelah diperhitungkan
dan ditimbang perbuatan baik-buruknya. Sirat tersebut menentukan manusia masuk
surga atau neraka.
7. Surga dan Neraka
Surga
dan neraka adalah tempat terakhir yang diciptakan oleh Allah SWT untuk memberikan
balasan atas perbuatan manusia semasa di dunia.
D. Fungsi Iman kepada Hari Akhir
1. Menambah iman serta ketaqwaan kepada Allah
SWT
2. Lebih taat kepada Allah dan Rasulullah SAW
dengan menghindarkan diri dari perbuatan maksiat
3. Senantiasa hidup dengan hati-hati, waspada,
dan selalu meminta ampunan kepada Allah SWT
4. Memberi motivasi untuk beramal dan beribadah
karena segala perbuatan baik akan mendapat balasan di akhirat
5. Selalu menghiasi diri dTanda Terjadinya
Kiamat
Iman kepada hari akhir mengandung tiga unsur:
1.
Mengimani al-ba’tsu (kebangkitan), yaitu menghidupkan kembali orang-orang yang
sudah mati ketika tiupan sangkakala yang kedua kali. Pada waktu itu semua
manusia bangkit untuk menghadap Rabb alam semesta dengan tidak beralas kaki,
bertelanjang, dan tidak disunat.
Allah
Ta’ala berfirman, “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan
pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami
tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya”. (QS.
Al-Anbiya`: 104)
Kebangkitan
manusia setelah meninggal adalah kebenaran yang pasti, ditunjukkan oleh
Al-Kitab, Sunnah dan ijma’ umat Islam. Allah Ta’ala berfirman, “Kemudian,
sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat”. (QS.
Al-Mu’minun: 15-16)
Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- juga bersabda, “Di hari Kiamat seluruh manusia akan dihimpun dengan keadaan tidak beralas kaki dan tidak disunat”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- juga bersabda, “Di hari Kiamat seluruh manusia akan dihimpun dengan keadaan tidak beralas kaki dan tidak disunat”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Adapun
ijma’, maka umat Islam telah sepakat akan adanya hari kebangkitan karena hal
itu sesuai dengan hikmah Allah yang mengembalikan ciptaanNya untuk diberi
balasan terhadap segala yang telah diperintahkanNya melalui lisan para
rasulNya. Allah Ta’ala berfirman, “Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya
Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan
dikembalikan kepada Kami ?” (QS. Al-Mu’minun: 115)
2.
Mengimani hisab (perhitungan) dan jaza’ (pembalasan) dengan meyakini bahwa
seluruh perbuatan manusia akan dihisab dan dibalas. Hal ini dipaparkan dengan
jelas di dalam Al-Qur’an, Sunnah dan ijma (kesepakatan) umat Islam.
Allah
Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka,
kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka”. (QS.
Al-Ghasyiyah: 25-26)
Allah Ta’ala juga berfirman, “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya ; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al-An’am : 160)
Allah Ta’ala juga berfirman, “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya ; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al-An’am : 160)
Dari
Ibnu Umar -radhiallahu ‘anhu- bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-
bersabda, “Allah
nanti akan mendekatkan orang mukmin, lalu meletakkan tutup dan menutupnya.
Allah bertanya : ‘Apakah kamu tahu dosamu itu ?” Ia menjawab, ‘Ya Rabbku’.
Ketika ia sudah mengakui dosa-dosanya dan melihat dirinya telah binasa, Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia dan
sekarang Aku mengampuninya’. Kemudian diberikan kepada orang mukmin itu buku
amal baiknya. Adapun orang-orang Kafir dan orang-orang munafik, Allah Subhanahu
wa Ta’ala memanggilnya di hadapan orang banyak. Mereka orang-orang yang
mendustakan Rabbnya. Ketahuilah, laknat Allah itu untuk orang-orang yang
zhalim”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Umat
Islam juga telah sepakat tentang adanya hisab dan pembalasan amal karena itu
sesuai dengan kebijaksanaan Allah. Sebagaimana kita ketahui, Allah Subhanahu wa
Ta’ala telah menurunkan kitab-kitab, mengutus para rasul serta mewajibkan
kepada manusia untuk menerima ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul Allah itu dan
mengerjakan segala yang diwajibkannya. Dan Allah telah mewajibkan agar
berperang melawan orang-orang yang menentangNya serta menghalalkan darah,
keturunan, isteri dan harta benda mereka. Kalau tidak ada hisab dan balasan
tentu hal ini hanya sia-sia belaka, dan Rabb Yang Mahabijaksana, Mahasuci
darinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkan hal itu dalam
firmanNya, “Maka
sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada
mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami), maka
sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka
perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak
jauh (dari mereka)”. (QS. Al-A’raaf: 6-7)
3.
Mengimani surga dan neraka sebagai tempat manusia yang abadi. Surga tempat
kenikmatan yang disediakan Allah untuk orang-orang mukmin yang bertaqwa, yang
mengimani apa-apa yang harus diimani, yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, dan
kepada orang-orang yang ikhlas.
Di dalam surga terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, serta tidak terlintas dalam benak manusia.
Di dalam surga terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, serta tidak terlintas dalam benak manusia.
Allah
Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka
di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, dan
mereka pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang
takut kepada Rabbnya”. (QS. Al-Bayyinnah: 7-8) Allah juga
berfirman, “Tidak
seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu
(bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan
terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. As-Sajdah: 17)
Neraka
adalah tempat adzab yang disediakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk
orang-orang kafir, yang berbuat zhalim, serta bagi yang mengingkari Allah dan
RasulNya. Di dalam neraka terdapat berbagai adzab dan sesuatu yang menakutkan,
yang tidak pernah terlintas dalam hati.
Allah
Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi
orang-orang yang zhalim itu Neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Jika
mereka meminta minum, maka mereka akan diberi minuman dengan air seperti besi
yang mendidih yang dapat menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk
dan tempat istirahat yang paling jelek”. (QS. Al-Kahfi: 29)
Juga
pada firman-Nya, “Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir
dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (Neraka). Mereka kekal di
dalamnya selama-lamanya. Mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan
tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan
dalam Nereka, mereka berkata, Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada
Allah dan taat (pula) kepada Rasul”. (QS. Al-Ahzab: 64-66)
Manfaat Keimanan Kepada Hari Akhir
1. Mencintai ketaatan dengan mengharap balasan pahala pada hari itu.
2. Membenci perbuatan maksiat dengan rasa takut akan siksa pada hari itu
1. Mencintai ketaatan dengan mengharap balasan pahala pada hari itu.
2. Membenci perbuatan maksiat dengan rasa takut akan siksa pada hari itu
3. Menghibur orang mukmin tentang apa yang
didapatkan di dunia dengan mengharap kenikmatan serta pahala di akhirat.
Perbedaan
Antara Kiamat Sughro dan Qubra
1. Tanda-tanda
kiamat kecil secara umum itu datang terlebih dahulu daripada tanda-tanda kiamat
besar.
2. Tanda
kiamat Sughra sebagian sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan
sebagiannya akan terjadi, sedangkan kiamat Qubra belum terjadi.
3. Tanda
kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
4. Tanda
kiamat sughra berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan
kiamat Qubro jika sudah datang, maka tertutuplah pintu taubat.
5. Tanda
kiamat Qubro jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lain.
Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari barat.
Sungguh,
apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar, dan sungguh, (hari) pembalasan pasti
benar. (QS. Adz-dzariyyat: 5-6)
Sesungguhnya
hari kiamat benar-benar akan datang tidak ada keraguan di dalamnya. (QS.Ghafir:
59)
- Firman Allah SWT. dalam QS. al-Hijr [15]: 92-93
فَوَرَبِّكَ
لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٩٢)عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٣)
Artinya: “Maka
demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah
mereka kerjakan dahulu”. (QS. al-Hijr [15]: 92-93)
- Firman Allah SWT. dalam QS. al-Anbiya' [21]: 47
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ
الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ
خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
Artinya: “Kami
akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan
seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun
pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat
perhitungan”. (QS. al-Anbiya' [21]:
Mendekati
kiamat akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yang
gelap-gulita. Seorang yang pagi hari beriman maka pada sore harinya menjadi
kafir, dan orang yang pada sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi
kafir, dia menjual agamanya dengan (imbalan) harta-benda dunia. (HR. Abu Dawud).
Belum
terjadi kiamat sehingga orang-orang dari umatku kembali menyembah
berhala-berhala selain Allah. (HR. Abu Dawud)