Manajemen Pendidikan
A. PENGERTIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
1. Pengertian
Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan terdiri dari dua istilah, yaitu manajemen dan
pendidikan. Sebelum mengartikan istilah manajemen pendidikan, terlebih dahulu
dikemukakan pengertian manajemen dan pengertian pendidikan.
Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen,
karena itu tidak mudah member arti universal yang dapat diterima semua orang.
Namun demikian dari pikiran-pikiran ahli tentang definisi manajemen kebanyakan
menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses mendayagunakan orang dan
sumber lainnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien.
Dalam buku Kapita Selekta Administrasi Dan Manajemen Pendidikan oleh
Husnul Yaqin disebutkan Manajemen berasal dari kata “manage” atau “managiare”
yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya, karena kuda mempunyai
daya mampu yang hebat. Dari segi bahasa manajemen berasal dari bahasa Inggris yang merupakan
terjemahan langsung dari kata management yang berarti pengelolaan, ketata
laksanaan, atau tata pimpinan. Sementara dalam kamus Inggris Indonesia karangan
John M. Echols dan Hasan Shadily (1995: 372) management berasal dari akar kata
to manage yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, mengelola, dan
memperlakukan.
Menurut Stoner sebagaimana dikutip oleh T. Hani Handoko mengemukakan
bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sementara
manajemen menurut istilah adalah proses mengkordinasikan aktifitas-aktifitas
kerja sehingga dapat selesai secara efesien dan efektif dengan dan melalui
orang lain (Robbin dan Coulter, 2007:8).
Istilah manajemen mengacu kepada proses pelaksanaan aktivitas yang
diselesaikan secara efesien dengan dan melalui pendayagunaan orang lain.
Siagian (1978) menyebutkan manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk
memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan–kegiatan
orang lain. Sedangkan Hersey dan Blanchard (1988:144) menyebutkan bahwa
manajemen adalah suatu proses bagaimana pencapaian sasaran organisasi melalui
kepemimpinan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan suatu
proses kontinu yang bermuatan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki
oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan maupan
bersama orang lain dalam mengkoordinasi dan menggunakan segala sumber untuk
mencapai tujuan organisasi secara produktif, efektif, dan efesien.
Selanjutnya definisi tentang pendidikan banyak dikemukakan oleh para
ahli dalam rumusan yang beraneka ragam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
disebutkan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku
seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan. (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994: 232). Sementara Ahmad D.
marimba memberikan definisi, “Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara
sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik
menuju terbentuknya kepribadian yang utama.”(Marimba, 1980: 19).
Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari pengertian manajemen dan pendidikan di atas, maka manajemen
pendidikan bisa di artikan sebagai suatu proses yang mengandung fungsi-fungsi
yang harus dijalankan dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga pendidikan itu
dapat berjalan secara efektif dan efesien menghasilkan peserta didik yang
mempunyai pengetahuan, kepribadian dan keterampilan sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan.
Secara sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi
dan praktik yang terkait dengan organisasi pendidikan. Manajemen pendidikan
merupakan proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikan dengan
mendayagunakan segala sumber secara efesien untuk mencapai tujuan secara
efektif. Mengadaptasi pengertian manajemen dari para ahli dapat dikemukakan
bahwa manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan usaha pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan.
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori memberikan
pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi
pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerja sama dengan
memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”.
Sedangkan Hadari Nawawi mengemukakan bahwa “Administrasi pendidikan
sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama
sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang
diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan
formal”. Secara esensial dapat ditarik benang merah tentang pengertian
manajemen pendidikan:
a. Manajemen
pendidikan merupakan suatu kegiatan
b. Manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya
c. Manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu
b. Manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya
c. Manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu
2. Tujuan Manajemen Pendidikan
Dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara
sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga
mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.
a)
Produktivitas
adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah
sumber yang dipergunakan (input). Produktivitas dapat dinyatakan secara
kuantitas maupun kualitas.
b)
Kualitas
menunjukkan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau
dikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu
berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerjanya (Pfeffer end
Coote, 1991).
c)
Efektivitas
adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi.
d)
Efesiensi
berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul (doing things right)
sementara efektivitas adalah menyangkut tujuan (doing the right things) atau
efektivitas adalah perbandingan antara rencana tujuan yang dicapai, efesiensi
lebih ditekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output.
Efesiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki
tingkat efesiensi waktu, biaya, tenaga dan sarana.
3. Prinsip Manajemen
Douglas
(1963: 13-17) merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut:
a. Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi
dan kepentingan mekanisme kerja.
b. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab.
c. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah
hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya.
d. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis
manusia.
e. Relativitas nilai-nilai.
Prinsip di atas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan
praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan
nilai-nilai. Hal ini hampir selaras dengan apa yang dikemukakan Fattah (1996:
33) yang mengklasifikasikan prinsip manajemen ke dalam tiga ranah yaitu:
a)
Prinsip
manajemen berdasarkan sasaran: bahwa tujuan adalah sangat esensial bagi
organisasi.
b)
Prinsip
manajemen berdasarkan orang; adalah suatu aktivitas manajemen yang diarahkan
pada pengembangan sumber daya manusia.
c)
Prinsip
manajemen berdasarkan informasi; adalah aktivitas manajemen yang membutuhkan
data dan informasi secara cepat, lengkap dan akurat.
B. Fungsi
Manajemen Pendidikan
Manajemen
pendidikan mempunyai fungsi yang terpadu dengan proses pendidikan khususnya
dengan pengelolaan proses pembelajaran. Dalam hubungan ini, terdapat beberapa
fungsi manajemen pendidikan. Berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen ini, H.
Siagian (1977) mengungkapkan pandangan dari beberapa ahli, sebagai berikut:
Menurut G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu :
Menurut G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu :
1. Planning
(perencanaan);
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Actuating (pelaksanaan); dan
4. Controlling (pengawasan).
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Actuating (pelaksanaan); dan
4. Controlling (pengawasan).
Henry Fayol terdapat
lima fungsi manajemen, meliputi :
1. Planning
(perencanaan);
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Commanding (pengaturan);
4. Coordinating (pengkoordinasian); dan
5. Controlling (pengawasan).
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Commanding (pengaturan);
4. Coordinating (pengkoordinasian); dan
5. Controlling (pengawasan).
Harold Koontz dan
Cyril O’ Donnel mengemukakan lima fungsi manajemen, mencakup:
1. Planning
(perencanaan);
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Staffing (penentuan staf);
4. Directing (pengarahan); dan
5. Controlling (pengawasan).
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Staffing (penentuan staf);
4. Directing (pengarahan); dan
5. Controlling (pengawasan).
L. Gullick
mengemukakan tujuh fungsi manajemen, yaitu:
1. Planning
(perencanaan);
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Staffing (penentuan staf);
4. Directing (pengarahan);
5. Coordinating (pengkoordinasian);
6. Reporting (pelaporan); dan
7. Budgeting (penganggaran).
2. Organizing (pengorganisasian);
3. Staffing (penentuan staf);
4. Directing (pengarahan);
5. Coordinating (pengkoordinasian);
6. Reporting (pelaporan); dan
7. Budgeting (penganggaran).